Kemenkes Imbau Warga Tidak Sembarangan Mencium Bayi Jelang Lebaran untuk Cegah Penularan Penyakit

Kemenkes Imbau Warga Tidak Sembarangan Mencium Bayi Jelang Lebaran untuk Cegah Penularan Penyakit

TrenHarapan – Menjelang Idul Fitri, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau masyarakat untuk tidak sembarangan menyentuh atau mencium bayi saat bersilaturahmi. Kebiasaan tersebut berisiko menularkan penyakit, termasuk campak, yang dapat berbahaya bagi bayi dengan sistem kekebalan tubuh yang masih rentan. Banyak orangtua kini mulai mengingatkan tamu untuk menjaga jarak dari bayi mereka demi mencegah penularan penyakit.

Waspada Penularan Campak pada Bayi

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Saguni, mengingatkan agar masyarakat berhati-hati saat berinteraksi dengan bayi. Menurutnya, kebiasaan menyentuh bayi saat Lebaran sebaiknya dikurangi. “Kebiasaan asal sentuh bayi, terutama saat Lebaran, sebaiknya dihindari karena risiko penularannya tinggi,” ungkap Andi. Pertemuan keluarga dalam jumlah besar berpotensi meningkatkan penularan penyakit seperti campak, yang berbahaya bagi bayi dan balita. Jika anak mengalami demam atau ruam kemerahan, segera bawa ke fasilitas kesehatan.

Mencium Bayi Berisiko Menularkan Infeksi

Selain sentuhan, mencium bayi juga meningkatkan risiko penularan penyakit. Dokter keluarga asal Inggris, Dr. Sermed Mezher, menjelaskan bahwa mencium bayi di wajah atau bibir dapat menularkan virus. “Banyak dokter anak merekomendasikan kebijakan ‘tanpa ciuman’ bagi siapa pun yang bukan pengasuh utama,” kata Mezher. Virus herpes simpleks tipe 1 (HSV-1), yang menyebabkan cold sore, bisa menular melalui ciuman atau sentuhan kulit. Virus ini dapat menular meski tidak ada luka yang terlihat.

Baca Juga : Purbaya Pastikan APBN Cukup Kuat untuk Menjaga Harga BBM Meski Harga Minyak Dunia Terus Naik

Bayi Rentan terhadap Infeksi

Bayi memiliki sistem kekebalan tubuh yang belum berkembang sepenuhnya, membuat mereka lebih rentan terhadap infeksi. Peneliti mikrobiologi klinis dari University of Leicester, Primrose Freestone, menjelaskan bahwa bayi memiliki lebih sedikit sel imun yang melawan infeksi. Infeksi ringan pada orang dewasa bisa menjadi serius bagi bayi. Misalnya, virus herpes yang hanya menyebabkan luka kecil pada orang dewasa, dapat menyebabkan infeksi berat pada bayi.

Orangtua Dapat Membatasi Kontak dengan Bayi

Para ahli menegaskan bahwa orangtua tidak perlu ragu untuk meminta tamu agar tidak mencium atau menyentuh bayi. Langkah ini adalah bentuk perlindungan terhadap kesehatan bayi yang rentan terhadap infeksi. Pengingat seperti larangan mencium atau menyentuh bayi yang banyak beredar di media sosial dapat membantu menjaga kesehatan si kecil. Kasih sayang dapat tetap ditunjukkan tanpa harus menyentuh atau mencium bayi langsung.