Hashim Ungkap Kekhawatiran Investor soal Pemerintahan Prabowo-Gibran
TrenHarapan – Hashim Djojohadikusumo mengungkap adanya kekhawatiran dari sejumlah pelaku usaha terhadap arah pemerintahan Prabowo-Gibran. Menurutnya, keresahan tersebut datang dari beberapa kenalan yang memiliki investasi di Indonesia. Mereka berasal dari Tiongkok, Hong Kong, hingga komunitas Indonesia di Amerika Serikat. Kekhawatiran utamanya menyangkut anggapan bahwa pemerintah kurang bersahabat dengan dunia usaha. Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara pelantikan Pengurus Pusat dan Pengurus Daerah INTI periode 2026–2030. Isu mengenai investor pemerintahan Prabowo Gibran menjadi penting karena persepsi pelaku usaha dapat memengaruhi keputusan investasi. Namun, Hashim berusaha menjawab kekhawatiran itu secara langsung. Ia menegaskan bahwa pemerintah tetap terbuka terhadap pengusaha. Selain itu, pemerintah juga disebut tidak menutup ruang kritik terhadap kebijakan yang sedang dijalankan.
Persepsi Dunia Usaha Menjadi Faktor Penting
Kepercayaan investor tidak hanya dibangun melalui angka pertumbuhan ekonomi. Kepastian kebijakan dan komunikasi pemerintah juga memiliki pengaruh besar. Karena itu, munculnya kekhawatiran di kalangan pelaku usaha patut diperhatikan. Investor biasanya mempertimbangkan stabilitas aturan, prospek bisnis, serta hubungan pemerintah dengan sektor swasta. Hashim sendiri sebelumnya menekankan pentingnya kepastian sistem untuk menarik investasi global, termasuk pada sektor karbon. Dengan demikian, komunikasi mengenai arah kebijakan menjadi semakin penting. Pemerintah perlu memastikan bahwa dunia usaha memahami prioritas ekonomi yang sedang dijalankan. Di sisi lain, investor juga membutuhkan kepastian bahwa kebijakan tidak berubah secara mendadak. Menurut saya, persepsi pasar sering kali bergerak lebih cepat daripada realisasi kebijakan. Oleh sebab itu, penjelasan yang konsisten dapat membantu mengurangi ketidakpastian.
Pemerintah Disebut Tetap Terbuka terhadap Kritik
Hashim menegaskan bahwa pemerintahan Prabowo-Gibran terbuka terhadap masukan dari masyarakat. Kritik, menurutnya, tetap diperbolehkan selama bersifat konstruktif. Sikap tersebut penting karena kebijakan publik selalu memiliki dampak terhadap banyak kelompok. Dunia usaha, pekerja, masyarakat, dan pemerintah dapat memiliki pandangan berbeda terhadap sebuah kebijakan. Karena itu, komunikasi dua arah menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan. Namun, Hashim juga menekankan batas antara kritik dan tindakan yang melanggar hukum. Pesan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah ingin membuka ruang diskusi tanpa mengabaikan stabilitas nasional. Dalam konteks investasi, ruang dialog dapat membantu pelaku usaha memahami kebijakan secara lebih jelas. Sebaliknya, pemerintah juga dapat mendengar persoalan yang dihadapi investor di lapangan.
Stabilitas dan Kepastian Menjadi Perhatian Investor
Bagi investor, keputusan menanamkan modal biasanya dibuat untuk jangka panjang. Karena itu, stabilitas politik dan ekonomi menjadi pertimbangan utama. Mereka juga membutuhkan kepastian hukum serta aturan usaha yang mudah dipahami. Pemerintahan Prabowo sebelumnya menekankan evaluasi program pemerintah menjelang dua tahun masa pemerintahan. Presiden juga menyebut perlunya mempercepat kebijakan yang masih tertunda. Kondisi ini menunjukkan bahwa pemerintah sendiri terus mengevaluasi pelaksanaan program. Bagi dunia usaha, proses tersebut dapat menjadi peluang jika menghasilkan kebijakan yang lebih efektif. Namun, komunikasi tetap diperlukan agar perubahan kebijakan tidak menimbulkan ketidakpastian baru. Pada akhirnya, investasi biasanya tumbuh lebih kuat ketika pelaku usaha memiliki gambaran jelas mengenai arah ekonomi.
Hashim Tekankan Pentingnya Persatuan Nasional
Selain membahas investor, Hashim juga menyinggung pentingnya persatuan masyarakat Indonesia. Ia menilai keberagaman merupakan bagian dari identitas bangsa. Dalam acara tersebut, Hashim menceritakan latar belakang keluarganya sebagai contoh keberagaman tersebut. Pesan utamanya adalah bahwa asal-usul tidak seharusnya menjadi penghalang untuk merasa sebagai bagian dari Indonesia. Menurutnya, kehidupan yang rukun dapat mendukung kemajuan ekonomi. Pandangan ini cukup relevan dalam konteks investasi. Stabilitas sosial sering menjadi salah satu faktor yang diperhatikan pelaku usaha. Selain itu, lingkungan yang inklusif dapat membuka lebih banyak peluang kolaborasi bisnis. Karena itu, persatuan tidak hanya memiliki makna sosial. Dalam perspektif ekonomi, kondisi masyarakat yang stabil juga membantu menciptakan iklim usaha yang lebih kondusif.
Baca Juga : Mengenal Bunion, Kelainan Kaki yang Bukan Sekadar Masalah Estetika
INTI Menyiapkan Sejumlah Agenda Ekonomi Baru
Pada kesempatan yang sama, Perhimpunan Indonesia Tionghoa atau INTI memaparkan sejumlah agenda untuk periode 2026–2030. Program tersebut mencakup bidang pendidikan, sosial, hukum, ekonomi, dan kebangsaan. Beberapa agenda ekonomi yang disiapkan antara lain UMKM Fair dan pembentukan INTI Koperasi. Selain itu, organisasi tersebut merencanakan Young Entrepreneur Council. Forum ini diharapkan memperkuat keterlibatan generasi muda dalam dunia kewirausahaan. Program magang berbayar juga masuk dalam agenda pengembangan sumber daya manusia. Dengan demikian, fokus INTI tidak hanya berada pada kegiatan sosial. Organisasi tersebut juga ingin memperluas kontribusi terhadap ekonomi. Langkah seperti ini dapat membantu membangun jaringan usaha baru. Terlebih, pengembangan pengusaha muda menjadi salah satu unsur penting dalam memperkuat ekonomi domestik.
Jaringan Organisasi Daerah Akan Diperkuat
INTI juga berencana memperluas pengaruh program melalui penguatan jaringan di daerah. Organisasi tersebut disebut telah hadir di lebih dari 18 provinsi. Selain itu, terdapat sekitar 80 cabang di tingkat kabupaten dan kota. Penguatan jaringan lokal diharapkan membuat berbagai program lebih dekat dengan masyarakat. Fokusnya mencakup kegiatan pendidikan, sosial, ekonomi, dan kebangsaan. Pendekatan ini menarik karena pertumbuhan ekonomi tidak hanya bergantung pada kota-kota besar. Daerah juga memiliki potensi usaha yang luas. Karena itu, jaringan organisasi dapat membantu mempertemukan pelaku usaha dengan berbagai peluang lokal. Selain pengembangan bisnis, INTI juga menyiapkan transformasi organisasi dan komunikasi publik. Media sosial serta podcast akan digunakan untuk menjangkau generasi muda.
Kekhawatiran Investor Perlu Dijawab dengan Kebijakan Konsisten
Isu investor pemerintahan Prabowo Gibran pada akhirnya tidak cukup dijawab melalui pernyataan saja. Dunia usaha biasanya menilai pemerintah melalui kebijakan yang benar-benar diterapkan. Kepastian aturan, kemudahan berusaha, serta stabilitas ekonomi akan menjadi ukuran penting. Di sektor energi, misalnya, Hashim pernah menekankan bahwa pengembangan energi konvensional dan energi baru perlu berjalan bersama. Ia juga mendorong pemanfaatan peluang investasi pada ekonomi hijau dan perdagangan karbon. Menurut saya, langkah paling efektif untuk menjaga kepercayaan adalah menciptakan konsistensi antara komunikasi dan implementasi. Jika dunia usaha melihat kebijakan yang jelas serta terbuka terhadap dialog, kekhawatiran dapat berkurang. Sebaliknya, ketidakpastian aturan bisa membuat investor memilih menunggu. Karena itu, menjaga kepercayaan menjadi pekerjaan berkelanjutan bagi pemerintah.


