Adobe Premiere Resmi di Android, Gratis dan Bisa Ekspor Video 4K Tanpa Watermark
Tren Harapan – Adobe resmi membawa Premiere ke perangkat Android. Kehadiran ini memperluas akses aplikasi editing video yang sebelumnya sudah tersedia untuk iPhone dan iPad. Menariknya, versi Android dirancang dengan tampilan yang lebih sederhana. Karena itu, pengguna ponsel dapat menikmati alur editing yang lebih praktis. Untuk kebutuhan dasar, aplikasi ini juga dapat digunakan tanpa berlangganan Creative Cloud. Bahkan, pengguna tidak wajib login ke akun Adobe untuk mulai mengedit. Dengan pendekatan tersebut, Premiere Android menyasar pengguna yang ingin membuat video secara cepat. Namun, fitur tertentu tetap membutuhkan layanan berbayar.
Edit Video Lebih Praktis dari Layar Ponsel
Premiere Android membawa sejumlah fungsi editing yang sudah umum digunakan. Pengguna dapat membuat proyek dari foto atau video di galeri. Selain itu, tersedia pilihan proyek kosong, ekstraksi audio, dan template video. Adobe juga menyiapkan opsi khusus untuk pembuatan YouTube Shorts. Dengan demikian, aplikasi ini cukup relevan bagi kreator konten pendek. Ketika masuk ke ruang editing, pengguna akan menemukan tampilan timeline. Selanjutnya, klip dapat dipotong menggunakan fitur Split. Kecepatan video juga dapat diatur melalui Retime. Pengguna kemudian bisa menambahkan teks, audio, filter, dan efek. Rasio aspek pun dapat disesuaikan dengan kebutuhan platform.
Dukungan Multi-Track Membuat Editing Lebih Fleksibel
Salah satu kemampuan penting Premiere Android adalah multi-track timeline. Fitur tersebut memungkinkan pengguna menempatkan beberapa elemen dalam satu proyek. Video, audio, teks, dan efek dapat disusun secara bersamaan. Karena itu, proses membuat konten dengan komposisi lebih kompleks tetap memungkinkan dilakukan dari ponsel. Adobe juga tidak membatasi jumlah track video yang dapat dimasukkan. Selain itu, pengguna dapat mengekstrak audio dari video. Aplikasi ini juga mendukung pengurangan suara latar belakang dan penambahan voice-over. Kombinasi tersebut membuat Premiere Android tidak hanya cocok untuk pemotongan klip sederhana. Kreator dapat mengembangkan proses editing yang lebih terstruktur langsung dari perangkat mobile.
Layar Lipat Mendapat Penyesuaian Khusus
Premiere Android juga menarik karena mendukung perangkat dengan layar besar dan ponsel lipat. Saat digunakan pada perangkat foldable dengan layar utama terbuka, antarmuka dapat menyesuaikan ukuran layar. Preview video dan timeline tidak sekadar diperbesar. Sebaliknya, area kerja dapat dibagi menjadi dua bagian. Preview ditempatkan di satu sisi. Sementara itu, timeline dan kontrol editing berada di sisi lainnya. Dengan demikian, ruang kerja terasa lebih menyerupai konsep editing pada layar yang lebih besar. Pengguna juga dapat mengatur pembagian ruang tersebut. Selain itu, layout dapat disesuaikan ketika proyek menggunakan orientasi video berbeda.
Ekspor Video 4K 60 FPS Tanpa Watermark
Salah satu daya tarik terbesar Adobe Premiere Android adalah kemampuan ekspor. Pengguna dapat menghasilkan video hingga resolusi 4K dengan frame rate 60 fps. Menariknya, proses tersebut tersedia tanpa watermark untuk fitur editing dasar. Selain itu, pengguna tidak harus berlangganan Creative Cloud untuk menggunakan fungsi tersebut. Kondisi ini membuat Premiere Android menarik bagi kreator yang membutuhkan hasil video bersih. Terlebih lagi, proses editing dapat dilakukan langsung dari ponsel. Jadi, pengguna tidak selalu membutuhkan komputer untuk menyelesaikan proyek video sederhana hingga menengah. Namun, kebutuhan perangkat dan kapasitas penyimpanan tetap perlu diperhatikan ketika mengolah video beresolusi tinggi.
Baca Juga : OnePlus N6 Lite Resmi Meluncur dengan Baterai 7.000 mAh
Fitur AI Membuka Cara Baru Membuat Video
Selain editing konvensional, Adobe Premiere Android membawa sejumlah fitur berbasis kecerdasan buatan. Salah satunya adalah Text to Video. Fitur tersebut memungkinkan pengguna membuat materi video berdasarkan perintah teks. Ada pula Image to Video yang dapat mengubah gambar menjadi materi bergerak. Adobe menggunakan model Firefly serta sejumlah model AI pihak ketiga untuk fitur generatif tertentu. Karena itu, aplikasi ini tidak hanya berfungsi sebagai editor. Premiere juga mulai menawarkan proses kreatif berbasis AI. Namun, penggunaan fitur generatif memiliki sistem kredit. Dengan demikian, akses AI perlu dibedakan dari fitur editing dasar yang tersedia secara gratis.
Pengguna Gratis Mendapat Kredit AI Bulanan
Sebagian besar fungsi editing Premiere Android dapat digunakan secara gratis. Adobe juga tidak memasang iklan pada aplikasi tersebut berdasarkan informasi yang diberikan. Namun, fitur AI generatif dan penyimpanan cloud termasuk layanan yang memiliki batasan tertentu. Pengguna gratis mendapatkan 250 kredit AI setiap bulan. Jumlah video yang dapat dibuat kemudian bergantung pada model AI yang digunakan. Sementara itu, Adobe menawarkan paket berbayar dengan 1.200 kredit AI per bulan. Paket tersebut disebut memiliki harga US$8 per bulan atau US$70 per tahun. Dengan sistem tersebut, pengguna dapat menentukan apakah fitur AI tambahan memang diperlukan untuk kebutuhan mereka.
Premiere Android Menyasar Kreator Mobile
Kehadiran Premiere di Android menunjukkan semakin luasnya kemampuan editing pada perangkat mobile. Kini, kreator dapat melakukan pemotongan, pengaturan audio, penambahan efek, hingga ekspor video berkualitas tinggi tanpa harus berpindah ke komputer. Terlebih lagi, dukungan layar lipat membuat pengalaman editing dapat disesuaikan dengan perangkat yang digunakan. Bagi kreator konten pendek, fitur YouTube Shorts juga menjadi tambahan yang relevan. Sementara itu, fitur AI membuka ruang eksperimen untuk menghasilkan materi baru. Namun, pengguna tetap perlu membedakan fitur gratis dan fitur berbasis kredit agar penggunaan aplikasi sesuai kebutuhan.
Adobe Premiere Android Jadi Pilihan Baru untuk Editor
Secara keseluruhan, Adobe Premiere Android menawarkan kombinasi antara editing mobile dan fitur kreatif berbasis AI. Aplikasi ini memberikan akses gratis untuk banyak fungsi dasar. Selain itu, kemampuan ekspor 4K 60 fps tanpa watermark menjadi salah satu fitur yang paling menonjol. Dukungan multi-track dan perangkat foldable juga memperluas fleksibilitas pengguna. Meski begitu, fitur generatif memiliki sistem kredit dan sebagian layanan tambahan membutuhkan pembayaran. Karena itu, pengalaman setiap pengguna dapat berbeda sesuai kebutuhan editing. Bagi mereka yang sering membuat konten dari ponsel, Premiere Android menghadirkan alternatif baru yang patut diperhatikan.


