Tren Harapan – Lebaran identik dengan berbagai hidangan lezat dan menggugah selera. Namun, banyak orang khawatir dengan dampaknya terhadap kesehatan. Makanan berlemak, bersantan, dan manis sering dikonsumsi berlebihan. Pakar gizi dari Institut Pertanian Bogor (IPB) memberikan beberapa tips penting. Dengan cara yang tepat, Lebaran tetap bisa dinikmati tanpa risiko kesehatan.
Salah satu cara terbaik untuk menjaga kesehatan saat Lebaran adalah mengatur porsi makan. Banyak orang tergoda untuk makan dalam jumlah besar setelah sebulan berpuasa. Hal ini bisa menyebabkan gangguan pencernaan dan peningkatan berat badan. Sebaiknya, konsumsi makanan dalam porsi kecil namun sering. Dengan begitu, tubuh tidak akan merasa terbebani.
“Baca Juga : Usai Gempa, Beberapa Orang Alami Earthquake Drunk, Apa Itu?”
Lebaran memang penuh dengan makanan khas yang tinggi kalori. Namun, bukan berarti semua harus dikonsumsi tanpa batas. Pakar gizi IPB menyarankan untuk memilih makanan yang lebih sehat. Misalnya, mengurangi makanan bersantan dan menggantinya dengan sup bening. Mengurangi konsumsi gorengan juga bisa membantu menjaga kadar kolesterol. Dengan memilih makanan yang tepat, kesehatan tetap terjaga.
Makanan berserat sangat penting untuk menjaga pencernaan tetap sehat. Saat Lebaran, banyak orang lebih fokus pada daging dan karbohidrat. Padahal, sayur dan buah juga sangat dibutuhkan oleh tubuh. Pakar gizi merekomendasikan untuk menambahkan serat dalam setiap hidangan. Misalnya, dengan menambahkan lalapan segar atau salad buah. Ini bisa membantu menghindari masalah sembelit setelah Lebaran.
“Simak juga: Realme C75 Masuk Pasar Indonesia: Apa yang Ditawarkan?”
Kue kering dan minuman manis adalah bagian dari tradisi Lebaran. Namun, konsumsi gula berlebihan bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Terutama bagi mereka yang memiliki risiko diabetes atau obesitas. Pakar gizi menyarankan untuk membatasi asupan gula selama Lebaran. Jika ingin menikmati manis, lebih baik memilih buah segar. Dengan begitu, keinginan untuk menikmati rasa manis tetap terpenuhi tanpa berlebihan.
Banyak orang lupa minum air putih saat Lebaran karena terlalu fokus pada makanan. Padahal, hidrasi sangat penting untuk menjaga keseimbangan tubuh. Pakar gizi menyarankan untuk minum air putih minimal delapan gelas sehari. Hindari minuman bersoda dan berkafein berlebihan karena bisa menyebabkan dehidrasi. Dengan cukup minum, tubuh akan tetap segar dan metabolisme berjalan dengan baik.
Lebaran sering membuat orang menjadi lebih santai dan malas bergerak. Padahal, aktivitas fisik tetap diperlukan agar tubuh tetap sehat. Pakar gizi merekomendasikan untuk tetap bergerak meskipun dalam aktivitas ringan. Misalnya, berjalan kaki setelah makan atau melakukan aktivitas rumah tangga. Ini bisa membantu pencernaan dan mencegah kenaikan berat badan secara drastis.
Salah satu kesalahan yang sering terjadi saat Lebaran adalah makan berlebihan di malam hari. Setelah bersilaturahmi dan berkumpul dengan keluarga, banyak orang tetap ngemil hingga larut malam. Hal ini bisa mengganggu sistem pencernaan dan menyebabkan gangguan tidur. Pakar gizi menyarankan untuk makan lebih awal dan menghindari makan berat sebelum tidur.
Selain makanan, pola tidur juga perlu dijaga selama Lebaran. Banyak orang begadang karena acara keluarga atau silaturahmi hingga larut malam. Kurang tidur bisa berdampak pada metabolisme dan kesehatan tubuh secara keseluruhan. Pakar gizi menyarankan untuk tetap menjaga pola tidur yang cukup. Dengan tidur yang cukup, tubuh bisa tetap fit dan energi tetap stabil.