Jusuf Kalla: Demonstrasi Dipicu Masalah Dalam Negeri, Bukan Faktor Luar
TrenHarapan – Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), menilai gelombang demonstrasi yang terjadi belakangan ini lebih banyak dipicu oleh persoalan internal ketimbang pengaruh luar negeri. Menurutnya, faktor eksternal bisa saja ada, namun tidak akan berpengaruh besar bila kondisi di dalam negeri terkendali.
“Saya kira bisa saja ada (pemicu dari luar), tapi lebih banyak disebabkan oleh masalah kita sendiri. Karena walaupun ada dari luar, kalau tidak ada situasi yang memicu dari dalam, juga tidak terjadi,” ujar JK.
“Baca Juga : Rupiah Tetap Perkasa Meski Dibayangi Aksi Demo Buruh”
Akumulasi Kemarahan Publik
JK menyebut aksi unjuk rasa berhari-hari muncul dari akumulasi kemarahan masyarakat. Kondisi ekonomi yang sulit, ucapan kontroversial anggota DPR yang menyebut rakyat “tolol”, serta sikap pejabat yang dianggap tidak sensitif, menjadi pemicu utama.
Ia juga menyinggung insiden tragis tewasnya pengemudi ojek online, Affan Kurniawan (21), yang dilindas kendaraan taktis Brimob di Pejompongan, Jakarta Pusat, 28 Agustus 2025. “Banyak rakyat menganggur, banyak yang susah. Kemudian, ada ucapan anggota DPR yang melukai hati rakyat. Semua itu membuat demonstrasi semakin besar,” jelas JK.
Tewasnya Ojol Picu Aksi Lanjutan
Aksi protes pada 25 dan 28 Agustus 2025 awalnya dipicu kekecewaan atas kenaikan tunjangan DPR di tengah ekonomi lesu. Situasi berubah panas setelah Affan Kurniawan tewas tertabrak rantis Brimob.
Rekaman amatir yang beredar memperlihatkan kendaraan lapis baja melaju kencang di tengah kerumunan. Affan yang berusaha menyelamatkan diri justru menjadi korban. Peristiwa itu membuat massa kembali marah dan menggelar aksi solidaritas pada 29 Agustus 2025, yang kemudian meluas ke sejumlah daerah.
Meski Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah meminta maaf dan menyesali kejadian tersebut, amarah publik belum mereda. Tujuh anggota Brimob sudah diperiksa Propam dan ditempatkan khusus karena terbukti melanggar kode etik.
“Simak Juga : Pegadaian Dorong Masyarakat Bijak Kelola Keuangan dengan Tabungan Emas”
JK Ingatkan Potensi Krisis
JK mengingatkan semua pihak untuk menahan diri. Ia khawatir demonstrasi berkepanjangan bisa memicu krisis ekonomi dan sosial yang lebih luas.
“Pejabat harus berhati-hati menjaga ucapan dan tindakan. Jika tidak, kemarahan rakyat bisa meluas dan membawa dampak yang lebih berat,” tegasnya.