Nico Paz Pimpin Como Menggulung Manchester United dengan Skor 4-1
Tren Harapan – Como mengalahkan Manchester United dengan skor 4-1 pada matchday ketiga Liga Champions 2026/2027 di Stadio Giuseppe Sinigaglia. Nico Paz menjadi pusat perhatian setelah mencetak dua gol dan memberikan satu assist. Anastasios Douvikas serta Jacobo Ramon melengkapi kemenangan tuan rumah, sedangkan Joshua Zirkzee mencetak satu-satunya gol balasan MU pada masa tambahan waktu. Pertandingan ini memperlihatkan keberanian Como menghadapi lawan dengan nama besar. Tim asuhan Cesc Fabregas langsung mengambil inisiatif dan tidak membiarkan keunggulan awal membuat mereka berhenti menyerang. Sebaliknya, Manchester United kesulitan mengubah jalannya pertandingan. Skor akhirnya memberi gambaran jelas tentang efektivitas tuan rumah, meski proses kemenangan tersebut dibangun melalui tekanan dan penyelesaian peluang sejak awal laga.
Gol Cepat Paz Membuat Como Langsung Percaya Diri
Pertandingan baru berjalan kurang dari dua menit ketika Como membuka keunggulan. Nico Paz menerima umpan Lucas Da Cunha sebelum melepaskan tembakan melengkung dari dalam kotak penalti. Bola mengarah ke sudut jauh gawang dan membuat Manchester United langsung tertinggal. Gol tersebut memberikan keuntungan penting bagi tuan rumah karena tim tamu harus segera mengubah pendekatan permainan. Sementara itu, Como memperoleh dorongan untuk terus menekan dan mencari ruang berikutnya. Menurut saya, nilai gol cepat ini melampaui perubahan angka di papan skor. Como mendapatkan bukti bahwa serangan mereka dapat menembus pertahanan MU. Namun, tuan rumah tidak hanya mengandalkan momentum sesaat. Mereka terus menghasilkan ancaman setelah unggul, sehingga Manchester United belum memiliki kesempatan nyaman untuk membangun respons.
Peluang Douvikas Menjaga Tekanan terhadap Pertahanan MU
Setelah gol pembuka, Como masih memiliki beberapa kesempatan untuk memperbesar keunggulan. Martin Baturina sempat mengancam sebelum Harry Maguire melakukan tekel penting untuk menghentikannya. Anastasios Douvikas kemudian menguji Senne Lammens melalui tembakan mendatar yang berhasil ditepis. Penyerang asal Yunani itu juga memperoleh peluang lain, tetapi penyelesaiannya melambung di atas mistar. Rangkaian tersebut menunjukkan bahwa Como tidak berhenti menciptakan situasi berbahaya meski beberapa kesempatan belum menghasilkan gol. Di sisi lain, MU membutuhkan kontribusi bertahan untuk menjaga ketertinggalan tetap satu gol. Keadaan ini penting karena skor 1-0 belum sepenuhnya menggambarkan peluang yang dimiliki tuan rumah. Como sudah menunjukkan jalur serangan yang mengancam, sementara tim tamu masih berusaha menemukan cara untuk meredamnya.
Baca Juga : Barcelona Cetak Sejarah, Empat Remaja Jadi Starter Kontra PSG
Manchester United Belum Menemukan Jawaban sebelum Jeda
Manchester United berusaha meningkatkan tekanan menjelang akhir babak pertama, tetapi belum mampu menghasilkan gol penyeimbang. Salah satu percobaan datang melalui Matheus Cunha dari luar kotak penalti. Namun, tembakannya melambung sehingga keunggulan Como bertahan sampai turun minum. Bagi tim asuhan Michael Carrick, jeda menjadi kesempatan untuk memperbaiki permainan setelah tertinggal sejak awal. Mereka masih memiliki peluang kembali bersaing karena selisih skor belum melebar. Meski demikian, MU membutuhkan lebih dari sekadar menambah percobaan jarak jauh. Mereka perlu menciptakan peluang yang lebih terarah sekaligus mengurangi ancaman Como. Menurut saya, tantangan terbesarnya berada pada keseimbangan tersebut. Upaya mengejar gol akan sulit berhasil jika pertahanan terus memberikan kesempatan kepada lawan pada saat yang sama.
Umpan Paz Membantu Douvikas Memperlebar Keunggulan
Como kembali meningkatkan tekanan setelah jeda dan menambah gol pada menit ke-49. Nico Paz kali ini berperan sebagai pemberi umpan melalui bola terobosan kepada Douvikas. Sang penyerang menyelesaikan peluang dengan tembakan akurat untuk mengubah skor menjadi 2-0. Gol tersebut menunjukkan sisi lain pengaruh Paz. Ia tidak hanya berbahaya ketika menembak, tetapi juga mampu membuka jalan bagi rekan setim. Selain itu, penyelesaian Douvikas menjadi respons positif setelah peluangnya pada babak pertama belum berbuah gol. Bagi MU, kebobolan tidak lama setelah turun minum memperberat usaha bangkit. Rencana perbaikan yang mungkin disiapkan selama jeda langsung menghadapi ujian baru. Como kini memiliki jarak dua gol dan tetap menunjukkan kemampuan menyerang pertahanan tim tamu.
Gol Kedua Nico Paz Memperberat Situasi Setan Merah
Pada menit ke-57, Paz kembali mencatatkan namanya di papan skor. Ia memanfaatkan kesalahan pemain pengganti Carlos Baleba, bergerak menuju gawang, lalu menyelesaikan peluang dengan tenang. Como pun memimpin 3-0 dan membuat tugas Manchester United semakin berat. Momen tersebut memperlihatkan bagaimana kehilangan bola dapat langsung mengubah keadaan ketika lawan memiliki pemain yang tajam membaca kesempatan. Namun, satu kesalahan individu tidak cukup menjelaskan seluruh masalah MU dalam pertandingan ini. Mereka sudah menghadapi tekanan dan tertinggal dua gol sebelum kejadian tersebut. Menurut saya, ketenangan Paz menjadi pembeda penting. Ia mampu mengubah peluang menjadi gol tanpa tergesa-gesa, sekaligus melengkapi kontribusinya sebagai pencetak gol dan pengatur serangan yang sulit dihentikan sepanjang laga.
Jacobo Ramon Menambah Gol, Zirkzee Memberi Balasan Terlambat
Manchester United mencoba memperkecil ketertinggalan melalui percobaan Amad Diallo dan Bryan Mbeumo, tetapi belum menemukan hasil. Como justru mencetak gol keempat pada menit ke-76 melalui Jacobo Ramon. Bek tersebut menyambut umpan silang Kaiki dengan sundulan jarak dekat setelah mendapatkan ruang di kotak penalti. Baru pada masa tambahan waktu, MU membalas melalui sundulan Joshua Zirkzee dari umpan Amad. Gol itu mengubah skor menjadi 4-1, tetapi tidak mengubah arah pertandingan. Perbedaan efektivitas terlihat jelas dalam rangkaian tersebut. Como mampu mengembangkan keunggulan, sementara tim tamu baru mencetak gol ketika kesempatan mengejar sudah sangat terbatas. Bagi tuan rumah, kemenangan ini merupakan hasil kerja serangan yang melibatkan lebih dari satu pemain.
Como Mengoleksi Enam Poin, MU Membutuhkan Perbaikan
Kemenangan ini membawa Como mengumpulkan enam poin dari tiga pertandingan Liga Champions. Sebaliknya, Manchester United masih memiliki tiga poin setelah jumlah laga yang sama. Bagi Fabregas, hasil tersebut memberi modal penting untuk melanjutkan persaingan fase liga. Namun, nilai kemenangan Como juga terlihat dari cara mereka mempertahankan ancaman setelah unggul. Mereka tidak sekadar menunggu kesalahan lawan, tetapi terus menciptakan peluang untuk menjauh. Sementara itu, Carrick perlu mengevaluasi respons MU terhadap tekanan, perlindungan pertahanan, dan kualitas peluang yang dihasilkan. Menurut saya, hasil Como vs MU menegaskan pentingnya menjalankan rencana permainan secara konsisten. Nama besar tidak memberikan perlindungan ketika lawan lebih siap memanfaatkan kesempatan. Di Sinigaglia, Como dan Nico Paz membuktikannya melalui kemenangan yang meyakinkan.


