BNI Hadirkan wondrZ, Tabungan Anak untuk Belajar Kelola Uang Sejak Dini
TrenHarapan – BNI wondrZ hadir membawa pendekatan baru dalam mengenalkan pengelolaan uang kepada anak dan remaja. Layanan dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk ini dapat diakses melalui aplikasi wondr by BNI. Melalui layanan tersebut, anak tidak hanya memiliki tempat untuk menyimpan uang. Mereka juga dapat mulai memahami bagaimana uang dikelola secara bertahap. Sementara itu, orang tua tetap memiliki ruang untuk mendampingi aktivitas finansial anak. Konsep tersebut terasa relevan karena transaksi digital kini semakin dekat dengan kehidupan keluarga. Anak tumbuh di tengah pembayaran digital, aplikasi perbankan, dan belanja daring. Oleh karena itu, pengenalan terhadap keuangan sebaiknya tidak hanya membahas kebiasaan menabung. Anak juga perlu memahami bagaimana menggunakan uang secara bertanggung jawab. Dalam konteks tersebut, wondrZ mencoba menjadikan layanan perbankan sebagai bagian dari proses belajar finansial sejak dini.
Diluncurkan dalam Rangkaian BNI wondrX 2026
Peluncuran BNI wondrZ menjadi bagian dari gelaran BNI wondrX 2026. Acara tersebut berlangsung di ICE BSD pada 21 hingga 23 Agustus 2026. Selain itu, momentum peluncurannya bertepatan dengan rangkaian perayaan HUT ke-80 BNI. Seremoni peluncuran dikukuhkan oleh Wakil Direktur Utama BNI Alexandra Askandar. Jajaran direksi, manajemen, serta mitra strategis BNI turut menyaksikan momen tersebut. Kehadiran wondrZ memperlihatkan bahwa transformasi perbankan digital mulai menyentuh kelompok usia yang lebih muda. Sebelumnya, layanan digital lebih banyak dirancang untuk kebutuhan finansial orang dewasa. Kini, kebutuhan anak dan remaja mulai mendapat perhatian tersendiri. Namun, pendekatannya tentu berbeda. Anak membutuhkan pengalaman yang sederhana sekaligus pendampingan orang tua. Karena itu, konsep tabungan keluarga seperti ini berpotensi menjadi pintu masuk menuju literasi finansial yang lebih praktis.
Anak Belajar Menabung Melalui Pengalaman Nyata
Literasi finansial sering kali terdengar seperti konsep yang rumit bagi anak. Padahal, pembelajaran dapat dimulai melalui kebiasaan sederhana. Misalnya, anak dapat belajar menyisihkan uang, menentukan prioritas, dan melihat perkembangan saldo tabungannya. Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo menjelaskan bahwa wondrZ dikembangkan untuk membantu membangun kebiasaan finansial sehat sejak dini. Anak dapat mengenal cara menabung serta mengelola uang sesuai tahapan usianya. Menurut saya, pendekatan melalui pengalaman langsung memiliki nilai penting. Anak biasanya lebih mudah memahami konsep ketika mereka dapat melihat hasil dari sebuah keputusan. Sebagai contoh, menunda pembelian kecil demi mencapai target tabungan memberikan pelajaran tentang prioritas. Selanjutnya, pengalaman tersebut dapat membentuk kebiasaan finansial ketika mereka dewasa. Dengan demikian, BNI wondrZ tidak hanya berfungsi sebagai rekening penyimpanan. Layanan ini juga dapat menjadi sarana latihan mengelola uang dalam kehidupan sehari-hari.
Tiga Fitur Utama Mendukung Anak dan Orang Tua
Ada tiga fitur utama yang menjadi bagian dari layanan BNI wondrZ. Pertama, orang tua mendapatkan kemudahan untuk membuka serta mengelola tabungan anak dalam satu layanan. Kemudian, anak berusia 12 tahun ke atas dapat mulai mengenal transaksi digital melalui akun wondr mereka sendiri. Fitur tersebut memberikan ruang bagi anak untuk belajar lebih mandiri. Meski demikian, kebebasan tersebut tetap berada dalam ekosistem yang memungkinkan pendampingan keluarga. Selanjutnya, orang tua dapat melihat saldo dan riwayat transaksi anak. Fitur pemantauan tersebut menjadi bagian penting karena literasi finansial tidak cukup hanya memberikan akses terhadap uang. Sebaliknya, anak juga membutuhkan arahan ketika mulai mengambil keputusan finansial. Orang tua dapat menggunakan riwayat transaksi sebagai bahan diskusi. Dengan cara ini, percakapan mengenai uang dapat berlangsung secara lebih terbuka. Anak pun dapat belajar memahami alasan di balik setiap keputusan pengeluaran.
Baca Juga : HP Bekas Makin Diminati, Pengiriman Panel Kalahkan HP Baru
Remaja Mulai Mengenal Transaksi Digital Secara Bertahap
Anak berusia 12 tahun ke atas mendapatkan kesempatan untuk menggunakan akun wondr sendiri. Langkah ini menarik karena masa remaja sering menjadi periode ketika kebutuhan finansial mulai meningkat. Mereka mungkin mulai mendapatkan uang saku lebih besar atau memiliki kebutuhan sekolah yang lebih beragam. Selain itu, transaksi digital juga semakin umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, pengalaman mengelola uang sejak usia tersebut dapat menjadi pembelajaran yang berharga. Namun, kemampuan melakukan transaksi sebaiknya berjalan bersama pemahaman mengenai tanggung jawab. Anak perlu mengenali perbedaan antara kebutuhan dan keinginan. Mereka juga perlu memahami bahwa kemudahan pembayaran tidak berarti uang tersedia tanpa batas. Di sinilah peran orang tua tetap penting. Melalui BNI wondrZ, orang tua dapat mendampingi tanpa harus sepenuhnya mengambil alih keputusan anak. Pola tersebut dapat membantu membangun kemandirian finansial secara bertahap.
Orang Tua Tetap Bisa Memantau Aktivitas Finansial Anak
Kemandirian finansial pada anak tidak berarti orang tua harus kehilangan kendali. Justru, pendampingan menjadi penting ketika anak mulai mengenal transaksi digital. Karena itu, BNI wondrZ menyediakan akses pemantauan saldo dan riwayat transaksi. Orang tua dapat mengetahui bagaimana anak menggunakan uangnya. Namun, fitur ini akan lebih bermanfaat jika digunakan sebagai sarana edukasi, bukan sekadar pengawasan. Misalnya, orang tua dapat mengajak anak mengevaluasi pengeluaran setiap minggu. Dari sana, keluarga dapat membahas transaksi yang memang diperlukan dan pembelian yang sebenarnya dapat ditunda. Pendekatan seperti ini membuat pembelajaran keuangan terasa lebih nyata. Selain itu, anak dapat memahami konsekuensi dari keputusan finansialnya sendiri. Jika uang saku habis terlalu cepat, mereka dapat melihat penyebabnya melalui catatan transaksi. Dengan demikian, teknologi tidak menggantikan komunikasi keluarga. Sebaliknya, teknologi dapat menyediakan data sederhana untuk memulai percakapan mengenai kebiasaan finansial.
Cara Membuka Tabungan wondrZ untuk Anak
Proses pembukaan BNI wondrZ dirancang dengan dokumen keluarga yang relatif familiar. Orang tua dapat menyiapkan Kartu Keluarga atau Kartu Identitas Anak. Dokumen dapat digunakan dalam bentuk fisik maupun foto yang terlihat jelas. Setelah itu, orang tua perlu mengisi data anak berdasarkan dokumen yang tersedia. Ketelitian pada tahap ini penting karena tabungan akan tercatat atas nama anak. Oleh sebab itu, informasi yang dimasukkan perlu diperiksa sebelum proses dilanjutkan. Kemudahan pembukaan rekening seperti ini dapat mengurangi hambatan bagi keluarga yang ingin mulai mengenalkan layanan perbankan kepada anak. Namun, sebelum memberikan akses transaksi, orang tua juga sebaiknya membuat aturan sederhana bersama anak. Sebagai contoh, tentukan jumlah uang yang boleh digunakan dan target yang ingin ditabung. Cara tersebut membuat rekening tidak sekadar menjadi produk perbankan. Sebaliknya, rekening dapat berfungsi sebagai alat latihan untuk membangun kebiasaan keuangan yang lebih terarah.
Literasi Keuangan Bisa Dimulai dari Kebiasaan Sederhana
Memiliki rekening belum otomatis membuat seseorang pandai mengelola uang. Karena itu, keberadaan produk seperti BNI wondrZ sebaiknya dibarengi kebiasaan finansial yang konsisten di rumah. Orang tua dapat memulainya melalui target sederhana. Misalnya, anak diajak membagi uang saku untuk kebutuhan, tabungan, dan keinginan pribadi. Kemudian, perkembangan tabungan dapat dievaluasi secara berkala. Cara tersebut membantu anak memahami bahwa setiap uang memiliki tujuan. Selain itu, orang tua dapat menjelaskan risiko belanja impulsif dan pentingnya mempertimbangkan harga sebelum membeli sesuatu. Pembelajaran seperti ini mungkin terlihat sederhana. Namun, kebiasaan kecil yang dilakukan berulang kali dapat membangun fondasi finansial yang kuat. Terlebih lagi, generasi muda tumbuh dalam lingkungan yang membuat transaksi semakin cepat. Hanya dengan beberapa sentuhan layar, pembayaran dapat selesai dalam hitungan detik. Oleh sebab itu, kemampuan mengendalikan keputusan menjadi sama pentingnya dengan kemampuan menggunakan teknologi pembayaran.
wondrZ Memperkuat Peran Keluarga dalam Pendidikan Finansial
Kehadiran BNI wondrZ memperlihatkan bagaimana perbankan digital mulai berkembang menjadi sarana pendidikan finansial keluarga. Anak mendapatkan kesempatan untuk mengenal uang melalui pengalaman langsung. Sementara itu, orang tua tetap dapat mendampingi perjalanan tersebut. Pendekatan ini menjadi relevan karena literasi keuangan tidak terbentuk dalam satu hari. Kebiasaan tersebut tumbuh melalui keputusan kecil yang dilakukan secara berulang. Menabung, mengatur uang saku, membaca riwayat transaksi, dan menunda pembelian merupakan contoh pembelajaran nyata. Pada akhirnya, teknologi hanyalah alat pendukung. Peran keluarga tetap menjadi bagian terpenting dalam membangun hubungan sehat antara anak dan uang. Jika digunakan dengan pendampingan yang tepat, rekening anak dapat menjadi ruang belajar yang efektif. Melalui pendekatan tersebut, wondrZ berpotensi membantu generasi muda memahami bahwa mengelola uang bukan hanya soal berapa banyak yang dimiliki, tetapi juga bagaimana membuat keputusan yang bijak.


