Leo/Daniel Tembus Final Asian Games 2026 usai Kalahkan Kim/Seo
Tren Harapan – Leo Rolly Carnando dan Daniel Marthin melangkah ke final ganda putra Asian Games 2026. Mereka mengalahkan Kim Won-ho dan Seo Seung-jae dari Korea Selatan dalam dua gim langsung, 21-11 dan 21-14. Pertandingan berlangsung di Lapangan 1 Ichinomiya City Gymnasium pada Senin, 28 September 2026. Sejak awal, Leo/Daniel berusaha mengambil kendali permainan. Mereka tidak memberi lawan banyak kesempatan untuk mengembangkan tekanan. Kemenangan ini memastikan Indonesia memperoleh setidaknya medali perak dari nomor ganda putra. Namun, perjuangan mereka belum selesai. Satu pertandingan lagi akan menentukan apakah Leo/Daniel dapat membawa pulang emas.
Gim Pertama Dimulai dengan Persaingan Ketat
Pada awal gim pertama, kedua pasangan masih mencari celah. Kim/Seo berusaha menjaga permainan tetap rapat, sementara Leo/Daniel mencoba menaikkan tempo. Setelah beberapa reli, pasangan Indonesia mulai menemukan ritme yang lebih nyaman. Mereka memasuki interval dengan keunggulan 11-7. Selisih empat poin itu menjadi bekal penting untuk menjaga kepercayaan diri. Leo/Daniel kemudian tampil semakin berani dalam menyerang. Mereka juga mampu membatasi peluang Kim/Seo untuk membalikkan keadaan. Dalam pertandingan tingkat tinggi, perubahan tempo seperti ini sering menentukan arah gim. Kali ini, Leo/Daniel memanfaatkannya untuk memperbesar jarak.
Keunggulan Terus Melebar hingga Gim Pembuka Berakhir
Selepas interval, Leo/Daniel tidak menurunkan intensitas permainan. Mereka menjauh hingga unggul 17-8. Kim/Seo sempat menambah angka, tetapi pasangan Indonesia tetap mengendalikan selisih poin. Skor kemudian bergerak menjadi 18-10 dan 19-11. Pada fase tersebut, Leo/Daniel terlihat lebih siap menyelesaikan reli penting. Mereka merebut dua poin terakhir dan menutup gim pembuka dengan skor 21-11. Kemenangan dengan jarak sepuluh angka memberi mereka posisi kuat sebelum gim kedua. Namun, pertandingan belum bisa dianggap aman. Pasangan Korea Selatan masih memiliki kesempatan untuk mengubah pola permainan dan memaksa gim penentuan.
Awal Gim Kedua Membuat Kim/Seo Tertekan
Leo/Daniel kembali masuk lapangan dengan agresif. Mereka langsung memimpin 6-0 pada awal gim kedua. Keunggulan cepat itu memaksa Kim/Seo mengejar sejak reli-reli pertama. Pasangan Indonesia lalu mempertahankan jarak dan mencapai interval dengan skor 11-5. Konsistensi menjadi pembeda dalam fase ini. Leo/Daniel tidak hanya memulai dengan baik, tetapi juga menjaga tekanan ketika lawan berusaha bangkit. Setelah jeda, skor bergerak menjadi 14-7 lalu 17-10. Bagi penonton Indonesia, rangkaian poin tersebut memperbesar harapan menuju final. Meski begitu, Leo/Daniel masih harus menyelesaikan gim tanpa memberi ruang bagi perubahan momentum.
Baca Juga : Juventus Siapkan Langkah Permanen untuk Guglielmo Vicario
Smes Leo Menutup Pertandingan Dua Gim
Menjelang akhir pertandingan, Leo/Daniel tetap tenang saat mendekati poin kemenangan. Mereka mencapai match point setelah pengembalian Kim Won-ho gagal melewati net. Pada reli penentu, Leo melepaskan smes keras ke area kosong. Kim/Seo tidak mampu mengembalikannya. Skor 21-14 pun memastikan kemenangan pasangan Indonesia dalam dua gim. Cara Leo/Daniel menutup laga mencerminkan penampilan mereka sejak awal: cepat mengambil kesempatan dan cermat menjaga keunggulan. Mereka tidak perlu menjalani gim ketiga melawan pasangan Korea Selatan tersebut. Hasil itu memberi waktu bagi Leo/Daniel untuk memusatkan perhatian pada persiapan pertandingan final.
Medali Perak Sudah Aman, Emas Masih Dikejar
Tiket final berarti Leo/Daniel telah mengamankan setidaknya medali perak bagi Indonesia. Pencapaian itu terasa penting setelah mereka menghadapi pasangan Korea Selatan yang tangguh di semifinal. Namun, peluang merebut emas masih terbuka. Tantangan berikutnya tentu berbeda karena tekanan dalam pertandingan final biasanya lebih besar. Leo/Daniel perlu menjaga permainan yang membawa mereka menang atas Kim/Seo. Awal gim yang kuat, pengendalian tempo, dan ketenangan pada poin penting bisa kembali membantu. Di sisi lain, mereka juga harus siap menghadapi penyesuaian dari calon lawan. Final akan menguji kemampuan mereka mempertahankan performa sepanjang satu pertandingan penuh.
Calon Lawan Final Masih Ditentukan
Saat Leo/Daniel memastikan kemenangan, lawan mereka di final masih menunggu hasil semifinal lainnya. Pertandingan tersebut mempertemukan Liang Weikeng/Wang Chang dari China dengan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dari Indonesia. Jika Fajar/Fikri menang, final ganda putra akan mempertemukan dua pasangan Merah Putih. Namun, apabila Liang/Wang lolos, Leo/Daniel akan menghadapi wakil China dalam perebutan emas. Dua kemungkinan itu membawa tantangan berbeda. Karena itu, Leo/Daniel perlu bersiap tanpa menggantungkan rencana pada satu calon lawan. Yang sudah pasti, Indonesia memiliki satu pasangan di partai puncak nomor ganda putra.
Peluang Final Sesama Indonesia Kembali Terbuka
Kemungkinan final sesama Indonesia menambah daya tarik semifinal Fajar/Fikri. Penggemar bulu tangkis tentu mengingat final ganda putra Asian Games 2018 yang mempertemukan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo dengan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto. Kini, peluang serupa kembali muncul lewat Leo/Daniel dan Fajar/Fikri. Meski demikian, Fajar/Fikri masih harus melewati Liang/Wang terlebih dahulu. Bagi Leo/Daniel, fokus terdekat adalah memulihkan kondisi dan menyiapkan strategi final. Kemenangan 21-11, 21-14 atas Kim/Seo memberi mereka modal kepercayaan diri. Selanjutnya, satu laga terakhir akan menentukan warna medali yang mereka bawa pulang.


