Studi Terbaru Mengungkap 5 Tipe Pola Tidur yang Mempengaruhi Kesehatan Mental dan Risiko Penyakit Jantung
TrenHarapan – Penelitian terbaru yang dipublikasikan di Nature Communications pada Februari 2026 mengungkapkan adanya lima tipe pola tidur yang berbeda. Setiap tipe ini memiliki dampak berbeda terhadap kesehatan mental dan risiko penyakit jantung. Temuan ini menantang pembagian pola tidur yang selama ini dikenal, seperti “morning person” dan “night owl”, dengan memberikan pandangan yang lebih kompleks tentang tidur dan kesehatan.
Lima Tipe Pola Tidur yang Berdampak pada Kesehatan
Penelitian ini menganalisis data tidur dan kebiasaan hidup dari lebih 27.000 orang dewasa yang terdaftar dalam UK Biobank. Dari data tersebut, peneliti membagi peserta menjadi lima subtipe pola tidur. Dua di antaranya adalah tipe bangun pagi, sementara tiga lainnya adalah tipe begadang. Studi ini menemukan bahwa pola tidur seseorang berhubungan dengan berbagai masalah kesehatan, seperti depresi, kebiasaan merokok, dan penyakit jantung.
Le Zhou, mahasiswa doktoral di McGill University, Kanada, mengatakan, “Pola tidur manusia semakin beragam di era digital ini. Oleh karena itu, penting untuk memahami perbedaan ini untuk pendekatan kesehatan yang lebih personal.” Pengetahuan tentang tipe-tipe pola tidur dapat membantu menciptakan solusi kesehatan yang lebih tepat untuk tiap individu.
Tipe Pola Tidur Malam dan Dampaknya pada Kesehatan
Ada tiga tipe pola tidur malam yang ditemukan dalam penelitian ini. Kelompok pertama yang begadang menunjukkan kemampuan kognitif yang baik dan waktu reaksi cepat. Namun, mereka juga lebih cenderung memiliki gaya hidup berisiko. Kelompok kedua yang begadang lebih mengkhawatirkan, karena berhubungan dengan depresi, kebiasaan merokok, serta peningkatan risiko penyakit jantung. Mereka juga lebih sering mengonsumsi obat antidepresan.
Kelompok begadang ketiga, yang sebagian besar adalah laki-laki, memiliki kebiasaan merokok, minum alkohol, dan mengonsumsi ganja. Pola tidur ini juga meningkatkan risiko penyakit jantung dan gangguan prostat. Hal ini menunjukkan bahwa kebiasaan tidur yang buruk dapat memengaruhi kesehatan secara signifikan.
Bangun Pagi Tidak Selalu Berarti Lebih Sehat
Studi ini juga menemukan bahwa bangun pagi tidak selalu berarti lebih sehat. Salah satu kelompok yang bangun pagi memang memiliki risiko kesehatan rendah. Mereka jarang merokok dan mengonsumsi alkohol. Namun, kelompok lainnya yang bangun pagi justru lebih sering mengalami gejala depresi dan menggunakan obat antidepresan. Kelompok ini juga lebih banyak ditemukan pada perempuan. Hal ini membuktikan bahwa waktu tidur saja tidak cukup untuk menilai kesehatan seseorang.
Kaitan Pola Tidur dengan Kesehatan Mental dan Jantung
Pola tidur ternyata sangat berkaitan dengan kesehatan mental dan jantung. Gangguan emosi, stres, dan kebiasaan hidup tidak sehat sering terjadi pada mereka yang memiliki pola tidur tertentu. Oleh karena itu, mereka memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit jantung. Peneliti menyimpulkan bahwa sistem tidur tubuh terhubung dengan banyak aspek kehidupan yang lebih luas daripada yang selama ini dipahami.
Mengapa Temuan Ini Penting
Penemuan ini membantah pandangan lama yang hanya membagi pola tidur menjadi dua kategori. Temuan ini membuka peluang untuk pendekatan kesehatan yang lebih tepat, seperti pengaturan waktu kerja dan dukungan kesehatan mental. Dengan pemahaman lebih dalam tentang tipe pola tidur, diharapkan masyarakat bisa menyadari bahwa kualitas tidur bukan hanya soal durasi, tetapi juga pola biologis masing-masing individu.
Penelitian ini memberi perspektif baru dalam memahami hubungan antara tidur dan kesehatan. Ini juga membuka kemungkinan untuk strategi pencegahan penyakit yang lebih efektif, baik untuk kesehatan mental maupun fisik.


