Presiden FIFA Tanggapi Seruan Boikot Piala Dunia 2026 dengan Pernyataan Kuat

Presiden FIFA Tanggapi Seruan Boikot Piala Dunia 2026 dengan Pernyataan Kuat

TrenHarapan – Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat (AS) sebagai tuan rumah utama tengah dihantam dengan seruan boikot. Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyampaikan pendapatnya terkait isu ini, dengan mengedepankan pentingnya sepak bola sebagai ajang pemersatu dunia.

Boikot terhadap Piala Dunia 2026 dilontarkan sebagai respons terhadap kebijakan politik Amerika Serikat, khususnya mengenai rencana Presiden Donald Trump untuk mencaplok Greenland yang merupakan wilayah kekuasaan Denmark. Isu geopolitik ini semakin memanas, mengingat ketegangan antara AS dan Uni Eropa. Tidak hanya itu, kebijakan AS yang melarang beberapa negara untuk berkunjung juga menambah kompleksitas masalah ini, meskipun pemain dan staf tim dari negara-negara tertentu seperti Iran, Senegal, Pantai Gading, dan Haiti masih bisa hadir tanpa para pendukung mereka.

Gianni Infantino Menyatakan Sepak Bola Adalah Pemersatu Dunia

Gianni Infantino, presiden FIFA, memberikan tanggapan yang tegas terkait boikot ini. Infantino menegaskan bahwa Piala Dunia adalah ajang yang sangat penting dalam kehidupan banyak orang dan menjadi simbol persatuan dunia. Dalam wawancaranya, ia mengatakan, “Dunia seakan berhenti karena Piala Dunia dan sepak bola benar-benar berdampak pada kehidupan. Tidak ada yang mendekati apa yang dilakukan sepak bola. Sepak bola mengubah suasana hati bukan hanya orang-orang, tetapi juga negara-negara.”

Menurut Infantino, meskipun dunia sedang menghadapi banyak tantangan, sepak bola dapat membawa kebahagiaan dan momen kegembiraan bagi masyarakat dunia. “Kami ingin memberikan kebahagiaan kepada komunitas di seluruh dunia. Ada 211 negara yang menjadi anggota FIFA, dan kami ingin memberikan mereka momen kegembiraan dan kebahagiaan,” tambahnya.

Baca Juga : Harga Emas Antam Turun Signifikan Rp260 Ribu, Penurunan Terbesar dalam Sejarah

Sepak Bola sebagai Sarana Hiburan dan Pelarian dari Masalah

Infantino juga menekankan pentingnya sepak bola sebagai sarana untuk melupakan masalah-masalah yang ada dalam kehidupan sehari-hari. “Ketika seorang anak menendang bola, ketika seorang dewasa menendang bola, mereka tidak memikirkan masalah dan isu-isu dalam hidup mereka,” ujarnya. Pernyataan ini menggarisbawahi betapa besar pengaruh sepak bola dalam membawa kebahagiaan dan mengalihkan perhatian dari kesulitan hidup.

Persiapan untuk Piala Dunia 2026: Fokus pada Pemain dan Kebahagiaan Penonton

FIFA, di bawah kepemimpinan Infantino, berkomitmen untuk mempersiapkan Piala Dunia 2026 dengan baik. “Kami berharap panggung dan stadion akan disiapkan agar aktor sebenarnya dari Piala Dunia — para pemain — dapat bersinar,” kata Infantino. Ia menekankan bahwa tugas FIFA adalah menciptakan panggung yang sempurna untuk para pemain, sementara para pemainlah yang akan memberikan hiburan terbaik di panggung tersebut.

Piala Dunia 2026 Sebagai Ajang Persatuan Global

Meski ada seruan boikot terhadap Piala Dunia 2026, Gianni Infantino menegaskan bahwa Piala Dunia adalah ajang yang lebih besar dari sekadar perbedaan politik atau kebijakan negara. Sepak bola, menurutnya, adalah alat pemersatu yang membawa kebahagiaan bagi seluruh dunia. FIFA berkomitmen untuk memastikan ajang ini berjalan lancar dan dapat dinikmati oleh semua, dengan fokus utama pada kebahagiaan dan semangat persatuan di seluruh dunia.