Gas Tawa Bukan Sekadar untuk Whipped Cream, Ini Bahaya Penyalahgunaannya
TrenHarapan – Gas tawa atau nitrous oxide, yang sering digunakan dalam tabung untuk membuat whipped cream, kini menjadi sorotan karena penyalahgunaannya di luar tujuan medis. Meskipun dalam dunia medis gas ini digunakan untuk keperluan anestesi ringan, penyalahgunaannya untuk mencari sensasi euforia bisa sangat berbahaya bagi kesehatan.
Apa Itu Gas Tawa Nitrous Oxide?
Nitrous oxide adalah gas yang bekerja dengan memperlambat aktivitas sistem saraf pusat. Dalam dosis yang tepat dan di bawah pengawasan medis, gas ini memberikan efek sedatif ringan, membuat seseorang merasa lebih rileks atau tenang, tanpa kehilangan kesadaran sepenuhnya. Gas ini digunakan di banyak prosedur medis, terutama di bidang kedokteran gigi dan persalinan. Namun, masalah muncul ketika gas ini digunakan tanpa pengawasan tenaga medis.
Penyalahgunaan Gas Nitrous Oxide dari Tabung Whipped Cream
Ketika nitrous oxide dihirup langsung dari tabung whipped cream atau balon tanpa oksigen tambahan, risiko kesehatan meningkat tajam. Gas ini dapat menurunkan kadar oksigen dalam tubuh secara mendalam, mengakibatkan hipoksia (kekurangan oksigen). Hal ini bisa menyebabkan pingsan, kerusakan organ vital, hingga gangguan kesehatan lainnya yang serius. Dokter Dion Haryadi, dalam akun Instagramnya, menegaskan bahwa penggunaan gas ini secara rutin berpotensi menimbulkan dampak kesehatan yang mengkhawatirkan.
Baca Juga : Nubia V80 Max dan A76 5G Resmi Dirilis di Indonesia, Harga Mulai Rp 1 Jutaan
Dampak Penyalahgunaan Gas Nitrous Oxide pada Kesehatan Saraf
Laporan dari BBC News mengungkapkan bahwa penyalahgunaan gas nitrous oxide dapat menyebabkan gangguan saraf yang serius. Penggunaan berlebihan dapat mengganggu metabolisme vitamin B12, yang sangat penting untuk kesehatan saraf. Akibatnya, pengguna dapat mengalami kesemutan atau mati rasa di tangan dan kaki, gangguan keseimbangan, hingga kerusakan saraf yang dapat bersifat permanen jika tidak segera ditangani.
Gangguan lainnya termasuk kelemahan otot dan perubahan suasana hati. Dalam kasus yang lebih ekstrem, kerusakan pada sistem saraf dapat menyebabkan gangguan neurologis yang permanen. Penyalahgunaan gas ini, terutama di kalangan anak muda, menjadi perhatian serius karena efeknya yang bisa berkelanjutan jika tidak segera ditangani.
Nitrous Oxide di Dunia Medis vs. Penggunaan Rekreasional
Meskipun nitrous oxide adalah gas yang sah digunakan dalam dunia medis, risiko besar muncul ketika digunakan di luar pengawasan medis. Di fasilitas medis, gas ini diberikan dengan dosis terukur, dicampur dengan oksigen, dan selalu dipantau oleh tenaga medis terlatih. “Ketika digunakan sebagai anestesi, nitrous oxide tidak pernah diberikan sendirian. Selalu ada oksigen dan monitoring ketat,” ujar dr. Dion.
Namun, di luar pengawasan medis, ketika digunakan untuk tujuan rekreasional, tidak ada kontrol dosis dan pengawasan yang tepat. Inilah yang menyebabkan penyalahgunaan gas ini menjadi sangat berbahaya.
Bahaya Euforia Sesaat dan Dampaknya dalam Jangka Panjang
Penyalahgunaan gas nitrous oxide sering kali bertujuan untuk merasakan euforia sesaat. Namun, euforia ini tidak sebanding dengan dampak jangka panjang yang ditimbulkan, seperti hipoksia, gangguan saraf, dan kerusakan organ vital. Meskipun efeknya cepat hilang, penggunaan berulang dapat menyebabkan kerusakan yang permanen pada tubuh.
Penyalahgunaan gas tawa ini tidak hanya membahayakan kesehatan individu, tetapi juga menambah beban pada sistem kesehatan yang harus menangani komplikasi yang ditimbulkan. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk lebih memahami risiko dari penggunaan gas ini secara tidak tepat dan menjaga agar penggunaannya tetap berada dalam pengawasan medis.
Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat
Pentingnya edukasi kepada masyarakat terkait bahaya gas nitrous oxide sangatlah krusial. Gas ini, yang awalnya digunakan dengan aman dalam dunia medis, bisa berubah menjadi ancaman kesehatan apabila disalahgunakan untuk tujuan rekreasional. Masyarakat perlu diberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai risiko ini agar tidak terjebak dalam pencarian sensasi sesaat yang bisa menimbulkan dampak jangka panjang yang fatal.


